Thursday, February 23, 2012

Menambah Pemahaman dan Kesadaran dengan Ego State Therapy

October 7, 2011 by  
Filed under hypnotherapy & Ego state therapy

Menambah Pemahaman dan Kesadaran dengan Ego State Therapy

Sering klien yang datang terapi membawa permasalahan yang abstrak atau kurang jelas. Oleh karena itu seorang terapis perlu mengajukan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan kejelasan masalah yang dihadapi klien atau kejelasan masalah yang perlu dibantu oleh terapis.

Terkadang klien yang datang sudah membawa masalah tertentu yang memerlukan bantuan terapis namun setelah menjalani pre talk atau qualiying ternyata terdapat masalah lain yang sifatnya lebih mendesak dibandingkan dengan masalah yang dibawa oleh klien saat datang ke tempat terapis. Karena sifatnya mendesak tentunya masalah ini perlu diselesaikan terlebih dahulu untuk mencegah akumulasi perasaan tidak nyaman yang ada dalam diri klien.

Klien berikut ini bernama Dinda, semula permasalahan yang diangkat oleh klien adalah masalah kebimbangan mengenai kepindahannya ke kota lain untuk membantu ayahnya dan keinginan klien untuk ikut test pegawai negeri. Ternyata setelah bercakap-cakap dengan klien didapat bahwa masalah utama yang mengganggu dan perlu diselesaikan adalah masalah dengan orang tua terutama sang ayah.

Klien menganggap sang ayah tidak bertanggung jawab yakni dengan meninggalkan klien sejak masih dalam kandungan dan sang ayah juga menikah lagi dengan wanita lain. Banyak hal tidak diketahui jelas oleh klien karena kejadian terjadi saat klien masih berada di dalam rahim ibunya.

Saat Irma (ibu Dinda) hamil Dinda dengan usia kehamilan 3 bulan, Jaka (sang ayah) meninggalkan Irma. Jaka menceraikan Irma tanpa sebab yang jelas. Dinda masih berada di dalam kandungan ibunya yang kala itu berusia 13 tahun. Irma nikah di usia yang sangat muda, seusia anak yang baru tamat sekolah dasar. Usia anak-anak yang seharusnya berada di kondisi penuh senda gurau, bermain dengan teman sebayanya dan jauh dari kematangan dalam membina satu keluarga.

Setelah bercerai dengan Ayah Dinda, Irma pun menikah dengan pria lain. Pernikahan yang dilakukan Irma hingga 8 kali dan kebanyakan dari pernikahan Irma tidak berumur panjang. Hanya dengan pria terakhir ini saja lama yakni 21 tahun dan dikaruniai seorang putra. Putra ini adalah adik satu-satunya Dinda yang sekarang masih kuliah. Sejak Irma menikah dengan pria lain, Dinda dititipkan pada nenek dan sejak saat itu Dinda menjalani kehidupannya bersama nenek hingga ia menikah.

Tepat Dinda berusia 4 tahun, tiba-tiba ada satu sosok pria muncul di hadapannya dan memperkenalkan diri sebagai ayah Dinda dan memaksa Dinda kecil untuk memanggilnya dengan sebutan ayah. Dinda kecil bingung karena tidak tahu harus berbuat apa. Akhirnya yang dilakukan Dinda kecil adalah bersembunyi dibalik rok ibunya sambil sedikit-sedikit ngintip. Sang ayah memaksa Dinda untuk ikut tapi Dinda bersikeras tidak mau ikut, akhirnya sang ayah menyerah dan pulang dengan tangan hampa.

Menginjak usia remaja yakni saat Dinda duduk di SMP, sang ayah kembali muncul dan menawarkan diri pada nenek supaya Dinda dapat ikut dengan sang ayah. Sang ayah sekarang adalah saudagar kaya dan cukup ternama di daerahnya. Sang ayah berharap Dinda dapat menikmati hidup bersama dengannya. Selain itu sang ayah berharap Dinda mendapatkan pendidikan yang lebih baik sebagai jaminan masa depannya.

Untuk kedua kali Dinda mengalami kebingungan. Selama ini Dinda hidup bersama nenek tanpa adanya sosok ayah. Sosok ayah begitu asing bagi Dinda. Bertemu saja juga tidak pernah, eh tiba-tiba diminta ikut. Jelas Dinda keberatan dan menyatakan tidak mau ikut sang ayah. Ya jelas lah, wong Dinda ndak pernah mendapatkan kasih sayang dari sang ayah. Dinda lebih memilih hidup sederhana bersama neneknya daripada hidup dengan kemewahan bersama sang ayah. Dan untuk kedua kali pula sang ayah pulang dengan tangan hampa.

Sejak saat itu sang ayah sudah tidak memaksa Dinda ikut dengannya dan Dinda akhirnya tetap tinggal bersama nenek hingga Dinda dewasa dan mendapatkan pendamping hidup yang bernama Agus. Dinda hidup bahagia bersama Agus. Kehidupan yang bahagia inipun bertambah semarak dengan kelahiran dua orang anak, satu putri dan satu putra. Saat ini Dinda sudah mempunyai 3 orang anak, pertama putri berumur 12,5 tahun, kedua putra berumur 10 tahun dan ketiga seorang putri berumur 1,5 tahun.

Dinda memang sangat gigih dan pantang menyerah, walaupun hidup sederhana bersama ibunya. Walaupun dengan pakaian seragam bekas pemberian dari sepupu-sepupu Dinda, Dinda tetap bangga dan percaya diri menempuh pendidikan sd, smp, sma, kuliah hingga mendapatkan gelar sarjana. Patut dibanggakan karena dibandingkan dengan sepupu lain yang memberikan pakaian bekas ini, tidak ada satupun mendapatkan gelar sarjana. Satu kebanggaan dan semangat juang yang tinggi dari Dinda. Luar biasa untuk Dinda.

Informasi Yang Didapat Menggunakan Ego State Therapy

Sesi terapi dimulai dengan memunculkan perasaan tidak nyaman (ego state) yang ada dalam diri Dinda, masing-masing perasaan ini diberi nama. Perasaan-perasaan itu adalah kecewa, dendam, takut, marah. Satu persatu ego state diminta untuk mengepresikan perasaan tidak nyaman yang selama ini terpendam. Ekpresipun lebih lancar dan total lagi dengan memunculkan introject yang selama ini membuat Dinda merasa tidak nyaman.

Setelah masing-masing ego state Dinda melakukan ekpresi, sekarang giliran penggalian informasi dari introject. Dari introject ayah (Pak Jaka) didapat informasi bahwa Jaka menikah dengan Irma yang saat itu berusia baru 13 tahun. Usia Irma yang masih sangat muda ini membuat Irma sering curiga, was-was pada Jaka. Hal ini menyebabkan pertengkaran dalam rumah tangga Jaka dan Irma sering terjadi, malahan Jaka juga melaporkan beberapa tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh Irma pada dirinya seperti dipukul, dicubit (cubit keras dan bukan cubit lembut), dimaki.

Kesabaran tentu ada batasnya seperti juga Pak Jaka, kehidupan yang dilaluinya itu membuat dirinya menyerah dan meninggalkan Irma yang tengah hamil 3 bulan. Irma sendiri membenarkan apa yang dikatakan oleh Jaka dengan alasan usianya yang masih muda dan sudah diberi tanggung jawab yang begitu besar. Dia sebenarnya iri dengan teman-teman sebayanya karena mereka masih dapat bersenda gurau dan bermain tanpa ada beban. Teman sebayanya bermain dengan teman sebaya, si Irma hanya dapat bermain dengan suaminya saja (main apa ya ?). Teman-teman Irma bermain boneka dari kain atau plastik, si Irma harus menjaga dan merawat bayinya dan ini bukan dalam kondisi yang dapat digunakan untuk bermain, harus dilakukan dengan tanggung jawab dan hati-hati. Yah begitulah jika menikah di usia muda, dimana semua belum dipersiapkan dengan baik, kasihan anak yang menjadi korban seperti Dinda ini.

Introject Ayah mengatakan jika sekarang dia sudah tua dan memerlukan Dinda untuk meneruskan usahanya. Lagian Dinda merupakan anak satu-satunya karena Ayah tidak mempunyai anak dari istri kedua, Ibu Julia. Saat giliran Dinda yang menjawab, Dinda marah, kecewa pada sang Ayah karena keluarganya sempat terpuruk saat pindah ke salah satu kota di Sulawesi Selatan pada bulan Juli 2007. Perlakukan Ibu Tiri, Bu Julia yang membuat Dinda tidak kerasan tinggal di sana. Mulai pagi jam 7 dia sudah harus bekerja dan malam baru pulang ke rumah yaitu sekitar jam 12 malam karena tiap malam Bu Julia selalu memberikannya pekerjaan lain seperti memijat Bu Julia salah satunya. Bu Julia sering menganiaya Dinda, dan sering Agus menemukan bekas cubitan pada tangan dan badan Dinda saat Dinda pulang di malam hari itu. Dinda tidak dapat mengurus keluarganya, Agus dan anaknya karena padatnya kegiatan kerja yang dilakukannya.

Agus (suami Dinda) pun rela mengorbankan kariernya yang sudah dibangun selama 10 tahun demi memenuhi keinginan Dinda yakni membantu sang Ayah. Namun yang didapat Pak Agus adalah ketidakpastian mengenai masa depannya. Pak Agus sedih karena setiap kali melihat badan istrinya memar bekas cubitan dan pukulan. Selain itu Dinda mengetahui bahwa banyak uang yang diselewengkan oleh ibu tirinya ini dan hal ini tidak diketahui oleh sang ayah. Jumlah yang ditilep sangat banyak. Dinda melapor hal ini pada Introject Ayah, Ayah kaget namun sang Ayah tetap membela ibu tiri karena dia kasihan dengan ibu tiri yang tidak memiliki anak dan mudah tersinggung. Lagian, ibu tiri setia menemani dia hingga saat ini.

Sang ayah marah dengan Dinda yang pergi meninggalkannya pada bulan Agustus 2008 itu. Dia menganggap Dinda tidak memenuhi harapannya sebagai orang tua. Namun Dinda membantah dan menyatakan dia sudah menuruti apa yang ayahnya minta namun kondisi dan keadaan lingkungan tidak membuat dia nyaman termasuk keluarganya. Oleh sebab itu Dinda memutuskan untuk kembali lagi ke salah satu kota di Pulau Kalimantan. Sang Ayah mengatakan kalau dia telah memberikan kemewahan pada Dinda yaitu rumah dan mobil yang mana tidak dia dapatkan di salah satu kota di Pulau Kalimantan. Dinda mengatakan kalau dia tidak memerlukan semua itu karena yang Dinda kejar adalah kebahagiaan untuk dirinya dan keluarga dan ini tidak dia dapatkan. Banyak perlakuan tidak nyaman yang dia dapatkan dari ibu tirinya.

Introject Ibu Julia (ibu tiri) dihadirkan dan memberikan penjelasan bahwa sebenarnya uang yang dia tilep itu digunakan untuk hari tuanya, dia takut tidak punya uang saat suaminya meninggal nanti. Ibu Julia khawatir kalau Dinda melapor pada ayah Dinda mengenai masalah penilepan dana ini. Hal ini pula yang membuatnya sering menganiaya Dinda. Sebenarnya dia sayang dengan Dinda hanya saja dia takut kalau Dinda saat meneruskan bisnis ayahnya ini tidak memperhatikan dia lagi. Lagian jika suaminya meninggal dia hanya sebatang kara. Ibu Julia juga mengatakan jika dia meninggal nanti maka seluruh hartanya juga akan menjadi milik Dinda.

Introject Irma dihadirkan, dia mengakui bahwa dia cemburuan dan suka mukul sang suami. Tapi katanya bahwa dia diguna-gunai oleh orang lain supaya dia benci dengan suami. Hal ini terus berlangsung hingga beberapa kali perkawinannya. Dan saat Irma berhasil disembuhkan baru perkawinannya langgeng hingga saat ini.

Dalam terapi dibuka semua informasi yang selama ini tidak diketahui oleh Dinda. Dan setelah mengetahui informasi yang selama ini belum terkuak, Dinda lebih tahu keputusan apa yang dapat dia perbuat sekarang. Penambahan pemahaman dan kesadaran diri terlihat pada diri Dinda. Dan ini terjadi karena acceptance yang dilakukan oleh Dinda serta berani bertanggung jawab terhadap keputusan dan jalan yang diambil olehnya.

Semua ego state perasaan tidak nyaman Dinda diekpresikan keluar. Lalu proses relief dilakukan yakni tiap ego state ini diayomi oleh ego state lain sehingga ego state ini mendapatkan dukungan, support dan cinta dari ego state lain.

Remove introject dilakukan terhadap introject ayah dan ibu tiri. Dan terapi diakhiri dengan sealing pada ego state.

Pemelajaran yang didapat dari terapi ini adalah :

1. Keputusan yang diambil oleh orang tua sangat mempengaruhi perkembangan jiwa dan kehidupan anak, oleh sebab itu kebijaksanaan orang tua dalam mendidik dan mengambil keputusan sangat diperlukan dengan memperhatikan dampaknya pada orang disekitarnya terutama keluarga (cek ekologinya).

2. Yang utama dibutuhkan oleh anak adalah tangki cinta dari kedua orang tuanya dan ini porsinya sama banyak antara ibu dan ayah.

3. Perasaan tidak nyaman dari seorang anak yang didapat karena keadaan lingkungan tempat dia berada membuat goresan luka pada diri anak dan ini menyebabkan proses penyembuhan yang panjang dan sering dalam hitungan tahun.

4. Tidak banyak anak yang beruntung yakni dapat menggunakan perasaan tidak nyaman ini sebagai bahan bakar untuk mencapai cita-citanya. Sebagian terpuruk, hancur, menjadi manusia tidak berdaya. Sebagian lagi sukses namun membawa banyak perasaan tidak nyaman (kebencian, marah, dendam, kecewa), dan kecenderungan dia juga melakukan hal yang sama seperti yang dia dapatkan dulu.

5. Satu kejadian jika hanya dilihat dari satu sisi menyebabkan penilaian yang diberikan juga dari satu sisi. Namun jika semua data dibuka, semua sisi dapat dilihat, ini akan memberikan penilaian yang berbeda dan lebih luas lagi.

6. Meaning atau arti dari sebuah kejadian jika dapat diambil menyebabkan penambahan kesadaran diri seseorang dan membawanya untuk naik ke lapisan pemikiran berikutnya yang lebih memberdayakan dirinya.

Salam saya,

Mulia Sunarko

Clinical Pharmacist

Mastery Ego State Gordon Emmerson

Comments

5 Responses to “Menambah Pemahaman dan Kesadaran dengan Ego State Therapy”

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. make money says:

    … [Trackback]…

    [...] Read More here: mind-reprogramming.com/menambah-pemahaman-dan-kesadaran-dengan-ego-state-therapy/ [...]…

  2. … [Trackback]…

    [...] Read More Infos here: mind-reprogramming.com/menambah-pemahaman-dan-kesadaran-dengan-ego-state-therapy/ [...]…

  3. … [Trackback]…

    [...] There you will find 70034 more Infos: mind-reprogramming.com/menambah-pemahaman-dan-kesadaran-dengan-ego-state-therapy/ [...]…

  4. … [Trackback]…

    [...] Informations on that Topic: mind-reprogramming.com/menambah-pemahaman-dan-kesadaran-dengan-ego-state-therapy/ [...]…

  5. … [Trackback]…

    [...] There you will find 67607 more Informations: mind-reprogramming.com/menambah-pemahaman-dan-kesadaran-dengan-ego-state-therapy/ [...]…



Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!


− 4 = one

Most recent search terms: