Sunday, February 5, 2012

Hypnotherapy series : Klien OCD pertama – by dr Rahmad Yanuardi

January 15, 2010 by  
Filed under hypnotherapy & Ego state therapy

by dr Rahmad Yanuardi

Sesudah saya belajar Hypnotherapy, saya mendapatkan klien yang “unik” ini rujukan dari teman sejawat, klien komersil saya yang pertama ini adalah seorang wanita muda, berparas manis dan masih aktif kuliah di sebuah universitas negeri di Banten, klien ini memiliki kebiasaan melakukan suatu hal yang diulang ulang, bahkan tak jarang dia merasakan kelelahan atas perilakunya itu, tapi anehnya dia tidak bisa melawan “suara” didalam kepalanya yang selalu menyuruhnya melakukan hal – hal yang sederhana berulang ulang, dan klien saya baru akan berhenti ketika “suara” tersebut berhenti berbicara dan menghilang dari kepalanya.
Sebelumnya klien saya ini pernah ditherapi sebanyak 2 kali oleh sejawat saya dengan menggunakan tekhnik X, tapi kurang menunjukan hasil nyata teman sejawat saya menilai adanya secondary gain pada kasus ini, karena jarak yang jauh, akhirnya teman sejawat saya mengalihkan asuhan therapinya kepada saya yang tinggal satu kota dengan klien. sampai saat ini saya baru melakukan 4 sesi therapy pada klien ini. Sesi pertama saya mengusung tekhnik Forgiveness dengan trance medium, karena semula saya pikir klien ini memliki masalah dengan dirinya berupa penyangkalan untuk menutupi kekurangannya.. selama menjalani sesi pertama, klien tampak terhanyut dengan panduan yang saya berikan saat itu, fenomena abraksie muncul walau tidak kuat. Saya berkata dalam hati.. kena lu! hehehehe.. dan saat klien sadar pun dia merasa lebih nyaman dan lebih tenang… tapi apa yang saya dapat, malam harinya klien mengabari saya lewat sms bahwa suara yang ada dikepalanya masih kerap muncul, dan belum ada perilaku yang berubah.. alamaaaakk… ujar saya dalam hati, lalu menjadwalkan sesi kedua tiga hari kemudian.
Sesi therapi kedua, saya mengusung Part therapi, karena saya melihat semakin jelas adanya konflik dalam diri klien.. dengan penuh semangat saya lakukan tekhnik tersebut.. dan saya mencoba untuk mendamaikan klien saya dengan sisi partnya. Dan sepertinya yang terlihat, klien saya sudah berdamai dengan partnya, seperti biasa malamnya klien saya memberikan laporan perkembangan, dan saya pun dibuat bingung, kok suara itu belum juga reda, walau frekwensinya menurun, tapi belum “berdamai” juga.. “Oke, paling ngga sudah berkurang frekwensinya..” ujar saya dalam hati sambil menghibur diri.. hehehehe.. Dan saya pun merencanakan lagi sesi yang ke tiga.. tiga hari kemudian.
Baiklah! sesi ketiga, saya mengusung tekhnik regresi, akan saya babat si klien pas saat perilakunya itu baru muncul!! ujar saya dengan tatapan tajam setajam… Silet! (heheheh…). Saya pandu klien untuk kembali kemasal lalu tepat pada saat perilakunya baru muncul, tentu sebelumnya diri klien yg saat sudah dibekali nilai nilai positif yang bisa dipetik dari kebiasaannya itu. wah… benar2 sesi yang mengharukan… klien bertemu dengan dirinya, dia menasehati dirinya yang dulu sampai menangis.. saya pandu klien untuk mencari maksud baik dari kejadian ini.. dan menanyakan maukah sosok masa lalu klien menampilkan maksud baik dengan cara dan bentuk yang lain.. saat itusi sosok masa lalunya menyetujui hal tersebut… dan malamnya klien seperti biasa memberikan laporannya dan ternyata.. belum hilang juga… hwwwaaaaaaa… walau intensitas dan kualitas makin berkurang.. saya masih penasaran.. dan kembali.. saya canangkan sesi ke empat…. (penasaran mode:ON!)
Huufffhhttt… sesi ke empat. Kali ini saya sudah desperate, jadi saya akan menggunakan jurus saya sendiri, campur aduk, sempalan sempalan, dan akhirnya saya pakai object imagery, delesi, symbol, metafora apapun yang terlintas dikepala saya… dan kembali.. malamnya klien saya melapor..
anehnya kok saya bisa membuat klien saya melawan suara2 di kepalanya? kok dia bisa mengabaikan perintah2 yg ada di kepalanya.. klien saya merasa senang sekali.. tapi saya belum percaya.. benar saja.. keesokannya klien masih melaporkan adanya percikan2 di kepalanya utk kembali memulai perilakunya.. “wah mesti konsul ke perguruan neh” ya.. saya menanyakan kasus ini pada trainer saya (Antonius arif, di bantu mas adit dan mas budi) dan saya merasa beruntung karena lulus dibawah bendera “School of Mind Reprogramming, karena para trainer yang begitu antusias terhadap kasus yang saya hadapi, dan beliau ngga pelit untuk sharing knowladge dan sharing technique, banyak masukan dan tambahan yang saya dapat dari pengalaman beliau semua, padahal saya hanya salah satu peserta pelatihan yang penasaran dengan hypnosis.. dan mereka menghargai saya sebagai hypnotherapist sungguhan… bukan mantan peserta pelatihan atau murid.
Dengan “pengayaan” ilmu dari moment sharing knowledge dan sharing technique tersebut (dan FREE OF CHARGE) serta kesediaannya para trainer untuk meluangkan waktu sharing, saya menjadi memiliki banyak amunisi untuk menggempur OCD klien saya.. dan saya semakin memantapkan diri saya untuk menjadi Hypnotherapist yang profesional. klien ku bersiaplah kau! heheheheh…. kl saja saya ikut pelatihan di tempat lain, mungkin saya tidak akan mendapatkan “tambahan” ilmu.. tapi di School of Mind Reprogramming, belajar hypnotherapy membuat saya mendapatkannya. thanks for all of you guys!!

Comments

3 Responses to “Hypnotherapy series : Klien OCD pertama – by dr Rahmad Yanuardi”

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. make money says:

    … [Trackback]…

    [...] Read More here: mind-reprogramming.com/klien-ocd-pertama-by-dr-rahmad-yanuardi/ [...]…

  2. … [Trackback]…

    [...] There you will find 62844 more Infos: mind-reprogramming.com/klien-ocd-pertama-by-dr-rahmad-yanuardi/ [...]…

  3. Trackback…

    Find more infos here…



Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!


eight − = 2

Most recent search terms: