Hypnotherapy Series : Klien Depresif
November 29, 2009 by antonius
Filed under hypnotherapy
by : dr.Andhyka P Sedyawan, Coaching-Training-Cinical Therapy
www.andhykasedyawan.com
Suatu hari saya pernah kedatangan seorang pria paruh baya dengan keluhan mengalami gangguan depresi mental. Gangguan ini sudah menjadi sahabatnya sejak 2 tahun yang lalu. Beliau sudah pergi ke berbagai jenis terapi,dalam dan luar kota. Bahkan beliau sudah datana ke profesor-profesor terbaik di bidangnya untuk dapat mengembalikannya ke kondisi sehat yang beliau inginkan.
Bahkan sang bapak yang satu ini juga sudah mulai ketergantungan dengan obat-obatan yang diberikan oleh sang dokter. Sebuah ironi yang cukup menggelitik menurut saya. Mengapa? Wong yang sakit adalah software (mental) nya, malah hardware (otak) nya yang diobati. Ketika seseorang yang memiliki gangguan software namun malah hardware yang diterapi, ketika dia sembuh softwarenya bisa jadi memerlukan terapi lanjutan karena sekarang hardwarenya jadi mengalami proses Loading yang lama ketika berpikir. J
Lalu datanglah beliau ke saya untuk diterapi. Hanya dengan 2 kali bertemu , yang tadinya beliau tidak bisa tidur, selalu gelisah, perasaan takut, jantung berdebar, kini sudah hilang. Amazing…
Apa yang saya lakukan? Berbagai macam teknik mind reprogramming atau pemrograman ulang pikiran saya lakukan. Mulai dari Neuro Linguistic Programming, Hypnotherapy, dan yang paling menarik adalah Time Line Therapy™.
Saya lakukan pembersihan emosi-emosi negatif pada klien tersebut, mulai dari emosi Marah, Sedih, Takut, Rasa bersalah yang merupakan emosi-emosi utama yang seringkali menggangu kesehatan pikiran seseorang. Dan benar, bahwa emosi sedih yang menyebabkan seseorang dapat cenderung depresif saya temui di pikiran sadar sang klien tersebut. Ketika saya menghilangkan emosi sedih dari pikiran bawah sadarnya yang merupakan gudang memori, seketika itu juga sang klien mengalami kesedihan yang sangat dalam, hampir 1 kotak tissue dihabiskan olehnya, hiks… Ini sebuah pertanda baik, karena begitu sang klien rela melepaskan emosi negatif tersebut yang membuatnya selama ini terbelenggu, maka saat itu juga sang klien memutuskan dan memilih untuk Sehat kembali.
Namun yang ingin saya soroti dari cerita ini bukanlah teknik apa yang saya gunakan. Banyak terapis, banyak teknik yang bisa menyembuhkan masalah klien saya tersebut. Yang menarik adalah bahwa sang klien yang saya terapi tersebut sudah kami bantu untuk benar-benar masuk ke suatu kondisi dimana sang klien benar-benar harus berubah. Kebanyakan orang belum bisa berubah atau khsuusnya sembuh dalam kasus-kasus terapi, karena mereka belum masuk ke tahapan dimana mereka harus berubah. Mereka memilih untuk lebih bersahabat dengan ‘kelainan’ mereka. Mereka nyaman dengan penyakit mereka, bahkan mendulang manfaat dari beragam penyakitnya.
Memilih bersahabat dengan penyakit? Ya, ini yang saya sebut dengan ‘secondary gain’, suatu kondisi dimana seseorang merasa lebih bermanfaat untuk bersahabat dengan penyakitnya. Ketika seseorang sakit keras, kanker misalnya, tanpa disadari pikiran bawah sadarnya mengatakan bahwa dengan sakit keras seperti ini maka keluarga saya dari seluruh indonesia jadi berkumpul dan bersatu kembali. Saya jadi merasa dilayani, apapun yang saya minta akan dikabulkan. Kondisi seperti ini mustahil saya dapatkan ketika saya sehat. Dan pikiran bawah sadarnya terprogram untuk tetap memiliki kondisi “nyaman” tersebut. Dia khawatir jika sembuh kelak, maka keluarganya akan kembali berkelahi, akan kembali ke kotanya masing-masing, dan tidak melayaninya seperti mereka melayani dia sekarang.
Ini terbukti ketika saya mencoba untuk membantu seorang wanita yang sangat cantik untuk sembuh dari Gangguan Obsesif Kompulsif. Sebuah gangguan pikiran yang menyebabkan sang klien merasa memiliki kewajiban otomatis untuk selalu bersih, namun bersih disini sangatlah ekstrim, di luar kewajaran kita pada umumnya.
Dia bisa mandi hingga 10 kali lebih dalam sehari. Ketika Anda bertamu ke rumahnya, dan duduk di sofanya, maka dia Akan segera mencuci sofanya. Ketika Tas sang suami yang notabene diletakkan di bagian bawah mobil diletakkan di sofa, itupun membuat dia lagi-lagiharus membersihkan sofa tersebut. Rata-rata pembantu rumah tangganya tidak ada yang bertahan lama, karena setiap kali pulang dari pasar, atau dari luar rumah, maka mereka harus segera mandi kembali dan mencuci sandal-sandalnya. Dan lebih menariknya, selang yang digunakan untuk mencuci sandal juga harus dicuci, karena dianggap kotor terkena cipratan air cucian sandal.
Pendek cerita, ketika saya bantu dia untuk ‘regresi’ ke masa lalunya, saya dapat menemukan akar masalahnya, ternyata ketika dia masih bayi, ada sebuah peristiwa dimana dia (maaf) pup di popok, reaksi ibunya adalah kaget dan jijik. Peristiwa ini begitu membekas di pikiran bawah sadarnya, sehingga menjadi program obsesif kompulsif pada dirinya.
Dan ketika saya coba untuk bingkai ulang peristiwa tersebut, saya lakukan ‘forgivenss therapy’, dan berbagai teknik yang lainnya, ternyata dia belum mau memaafkan ibunya, belum mau memaafkan peristiwa tersebut, dan meminta segera dihentikan proses terapinya.
Apakah saya bisa membantunya? Tentu tidak, karena proses hipnoterapi adalah proses dimana hipnoterapis dan klien bekerjasama untuk mewujudkan tujuan bersama.
Sebelum seseorang menempatkan dirinya pada posisi sebagai PENYEBAB dari sembuhnya diri dia, maka dengan teknik terapi apapun dia tidak akan mendapatkan kesembuhannya. Lalu apa yang harus saya lakukan untuk memposisikan diriku di Posisi PENYEBAB, bukan korban dari kondisi atau keadaan? Ada beberapa tips yang akan saya angkat kali ini :
- Anda harus tahu dulu dengan SUNGGUH-SUNGGUH KENAPA Anda harus berubah. You have to know the WHY, then you will find the HOW. Jika Anda tahu ALASAN sesungguhnya Kenapa Anda harus sembuh, maka Anda akan mendapatkan banyak CARA untuk menyembuhkan diri Anda dengan mudah.
- Tanyakan terus kepada diri Anda Apa Manfaat dan Keuntungan yang akan Anda dapatkan jika Anda bisa sembuh dari ‘penyakit’ Anda.
- Apa Manfaat dan Keuntungan yang TIDAK Anda dapatkan jika Anda kembali Sehat seperti semula?
- Apa Manfaat dan Keuntungan yang Anda dapatkan jika Anda tetap Sakit dan tidak Sehat?
- Apa Manfaat dan Keuntungan yang Tidak akan Anda dapatkan jika Anda Tidak sehat sekarang ?
- Posisikan diri Anda benar-benar jika Anda tidak berubah atau sembuh, maka Anda akan berada di posisi yang sangat menyakitkan.
- Posisikan diri Anda benar-benar akan mendapatkan Keuntungan dan kebahagiaan yang sangat jika Anda SEHAT.
Ketika Anda sudah benar-benar sudah memposisikan diri sebagai PENYEBAB dari SEMBUHnya diri Anda, maka Jenis terapi apapun akan menjadikan Anda SEHAT kembali dengan Mudah dan Cepat. Bukankah itu yang diinginkan oleh orang-orang yang sedang menderita di luar sana?
Marilah kita bersama-sama selalu menjadi PENYEBAB dari Sebab Baik keadaan kita, jika bukan karena diri kita, maka siapa lagi yang akan memantu Anda? Andalah Penyebab dari segala sesuatu yang terjadi dengan diri Anda di masa lalu, saat ini, dan di masa yang akan datang..
Be Amazing… AMAZING YOU!!!





