Thursday, February 23, 2012

Hypnotherapi Vs Psikosomatic Dyspepsia

September 30, 2011 by  
Filed under hypnotherapy & Ego state therapy

Hypnotherapi Vs Psikosomatic Dyspepsia.

Kasus berikut ini di alami oleh seorang laki laki sebut saja Zaki, pria berusia 31 tahun ini mengalami sakit maag saat fikirannya dilanda ketegangan dan kecemasan. Hal ini dialami sejak tahun 2007, namun satu tahun belakangan ini gejalanya semakin kuat, sedikit saja Zaki merasa tegang dan cemas, lambungnya pun merespon cepat; terasa perih dan mual. Bahkan gejala yang muncul bukan hanya lambungnya yang meradang, tapi sudah menjalar ke bagian tubuh yang lain yaitu jantung berdebar, nafas sesak dan keringat dingin. Gejala ini semakin sering muncul bahkan untuk menghadapi hal hal yang tingkat ketegangan dan kecemasan yang rendah sekalipun, gejala yang muncul bertambah kuat semakin hari.

Tentang Zaki.

Zaki adalah anak sulung dari tiga bersaudara, di didik dengan perhatian dan fasilitas penuh dari orang tuanya, Zaki sangat sayang kepada kedua orang tuanya, dikeluarganya Zaki adalah calon penerus usaha yang didirikan oleh orang tuanya, bisa dibilang saat ini usaha keluarganya sudah di pegang oleh Zaki. Saat wawancara Zaki merasa beban yang ditanggungnya amatlah berat, karena harus bertanggung jawab atas kehidupan keluarga dan segenap karyawannya, hal ini membuat Zaki semakin tersiksa karena ketika dia harus berfikir untuk menghadapi beratnya persaingan usaha, sontak lambungnya pun meradang, Sudah berbagai pemeriksaan dijalani Zaki di Rumah Sakit dan sudah sering kali Zaki berobat ke dokter, namun sakit maagnya justru semakin menjadi jadi. Dahulu semasa remaja Zaki terkenal bandel, hal ini mencapai puncaknya pada tahun 2002, terlibat pergaulan bebas dan kehidupan malam, masih untung tidak terjerumus kelembah narkoba.
Pada Tahun 2007, Zaki mengalami kejenuhan dalam kehidupannya dirinya merasa hampa dan hambar, melihat usia orang tuanya yang semakin menua, Zaki seolah olah tersadar dari kehidupannya, dia mulai rajin bekerja, tekun beribadah dan membantu orang tua, pergaulan bebasnya sudah benar benar ditinggalkannya. Namun sesuatu terjadi pada Zaki, dalam fikiran dan perasaannya muncul rasa cemas dan takut, rasa cemasnya menjadi begitu kuat, rasa takutnya semakin meraja, untuk naik kendaraan pribadinya saja Zaki merasa cemas dan takut, padahal dia menggunakan supir, sampai Zaki takut akan kematian. Namun hal ini pada waktu itu masih dapat dilawan oleh Zaki, tetapi rasa cemas dan rasa takut yang dilawannya seolah oleh semakin kuat mempengaruhi fikiran dan perasaannya setiap hari.

Saat Therapi.

Saat wawancara saya dapat merasakan kuatnya keinginan Zaki untuk “sembuh” dari sakit maag dan rasa takut/cemasnya. Zaki benar benar ingin melakukannya demi diri dan orang tuanya. Saya membaca adanya sebuah konflik dalam diri zaki, perubahan drastis dari seorang Zaki yang memiliki pergaulan bebas dan kehidupan malam, berubah 180 derajat menjadi orang yang baik dan taat beribadah. Setelah saya teliti, rasa cemas dan takut ini adalah “alarm” dirinya akan masa lalunya yang kelam, rasa bersalah, rasa tidak berguna, rasa menyesal ini lah yang mengaktifkan alarm tersebut. Seperti biasa, untuk mengatasi konflik dalam diri tekhnik ego state therapy selalu dapat diandalkan. Saat didalami, si cemas dan si takut, keduanya bekerjasama untuk menghadirkan rasa cemas dan takut yang berlebihan dengan tujuan supaya Zaki belajar dari kehidupannya yang lalu, dan menginginkan Zaki menjadi orang yang lebih baik lagi.. wow! Dan untuk dapat berubah menjadi sesuatu yang positif si cemas membutuhkan hangat dalam bentuk apapun, dan si takut hanya membutuhkan sabar. Saat Zaki menyanggupi untuk memberi hangat kepada si cemas dan sabar kepada si takut, keduanya pun sepakat untuk berubah menjadi si tenang dan si sabar untuk mendukung dan membantu Zaki dalam segala aktifitas dan kehidupannya dimanapun dan kapanpun.
Selesai menggunakan tekhnik ego state theraphy, saya melanjutkan menggunakan tekhnik Informed Child Technique, saya kembalikan Zaki ke empat masa, yaitu saat duduk dibangku SMP, SMA, masa kuliah dan tujuh hari sebelum Zaki datang untuk melakukan hypnotherapi. Ditiap masanya, Zaki memberikan nasehat, saran dan masukan kepada figurnya dari masa lalu, lalu diteruskan dengan melakukan acceptance ketiap tiap figur tersebut. Setelah itu saya membawa Zaki bertemu dengan Tuhan dalan tekhnik Higher self, di sana Zaki mengakui semua kesalahannya, dia bertobat dan mohon ampun. Disini lonjakan emosi Zaki terjadi, dia menangis tersedu sedu.. setelah itu saya menyusupkan sesi berdo’a, dalam kondisi terhypnosis di imajinasikan diatas cakrawala pada tempatnya saat itu tertutup awan berwarna putih keperakan, lalu awan tersebut membuat sebuah celah dan mengeluarkan cahaya putih terang yang menyejukan, disaat itu saya persilahkan Zaki untuk berdo’a bagi dirinya, keluarganya dan orang orang disekitarnya. Tangis Zaki pun semakin menjadi.. terdengar suara nafas dari hidung yang tersumbat.. ketika selesai Zaki berdo’a saya imajinasikan cahaya putih itu masuk dan menyebar ke seluruh tubuh Zaki. (saat selesai therapi Zaki sempat kaget sewaktu hidungnya tersumbat saat menagis dia tidak merasakan adanya cemas atau takut.. “terasa biasa saja ya.. dan lambung saya tidak bereaksi” katanya takjub, dan Zaki sangat senang sekali ketakutan dan kecemasannya terbukti telah terurai..).
Selesai dari Higher Self, Saya melanjukan ke tekhnik Body Scan with Inner Healer, tentunya saya sudah membantu Zaki di saat wawancara untuk meciptakan figur Inner Healer buat Zaki. Saat menggunakan tekhnik Body Scan with Inner Healer, saya mengajak Zaki beserta Inner Healernya menuju lambung, untuk melihat bagaimana kondisi lambungnya, dan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki lambungnya serta apa yang dibutuhkan lambung tersebut untuk dapat pulih seperti sediakala. Saat Zaki dan Inner Healernya sudah selesai melakukan apapun yang dianggap perlu untuk kesehatan lambungnya, saya minta Zaki untuk berbagi cahaya putih yang ada pada dirinya untuk menyinari seluruh lambungnya dan menembus sampai ketiap tiap keping sel yang ada, dan menuntaskan segala sesuatu hal yang belum tertuntaskan. Dari situ belum cukup, saya ingin memutuskan ikatan antara fikiran cemas dan takut dari otaknya dengan lambungnya, di situ saya imajinasikan ada sebuah benang hitam yang menghubungkan otak dengan lambungnya, benang ini adalah saluran emosi yang membuat lambung Zaki menjadi sakit setiap menghadapi ketakutan dan kecemasannya, saya minta Zaki bersama Inner Healernya untuk memegang pangkal benang yang menempel pada lambung dan mencabutnya, lalu bagian bekas menempelnya benang tersebut di sinari cahaya putih yang ada pada tubuh Zaki. Dan sayapun menyarankan kepada Zaki untuk melakukan hal yang sama kebagian tubuh lain yang dianggap memiliki masalah. Dan saat semuanya sudah diperbaiki, saya menyarankan Zaki untuk memberikan tempat bagi Inner Healernya di salah satu bagian tubuhnya yang mudah untuk dijangkau tangan, sehingga bila zaki ingin melakukan lagi Body Scan, agar mudah mengakses lagi Inner Healernya Zaki cukup menyentuh bagian tubuh tersebut, sambil memejamkan mata dan nafas yang teratur.
Selesai melakukan Body Scan with Inner Healer, saya lanjutkan ke tekhnik Waterfall Release, sebuah tekhnik yang luar biasa untuk merelease dan membersihkan segala sesuatu yang menggangu pada tubuh, fikiran dan perasaannya. Buat saya ini adalah tekhnik sapu jagat untuk memastikan tidak ada sedikitpun hal hal yang menggangu pada tubuh, fikiran dan perasaan Zaki, saya bawa Zaki untuk mengimajinasikan segala sesuatu apapun yang masih tersisa dan mengganggu tubuh, fikiran dan perasaan Zaki menjadi terkikis, larut, luruh dan hanyut terbawa aliran air terjun ini. Selesai dari sini saya terminasi hypnosis Zaki, sebagai penutup sesi therapi saya ajak Zaki untuk melakukan Amplifying Step, sebuah tekhnik yang biasa saya gunakan untuk memperbesar state yang diinginkan dan mengkunci state tersebut sehinga memiliki efek permanen dalam tubuh dan kehidupan Zaki. Saya sangat senang atas perubahan raut wajah Zaki yang semula kuyu menjadi cerah ceria, Zakipun mengakui saat saya tanya apa yang dia rasakan dia berkata “wah.. rileks ya.. saya belum pernah rasanya setenang ini.. sangat rileks..” katanya sambil senyum senyum, sepertinya Zaki baru saja merasakan kedahsyatan Hypnotherapi. :)

dr. Rahmat Yanuardi.
Associate Trainer SOM
NGH’s Certified Consulting Hypnosis.
HypnoBirthing ChildBirth Educator.
HypnoBirthing Fertility Consultant.
Ego State Therapy Practitioner.
Quantum Awareness Healing Practitioner.
www.rahmatyanuardi.com

Comments

4 Responses to “Hypnotherapi Vs Psikosomatic Dyspepsia”

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. … [Trackback]…

    [...] Read More Infos here: mind-reprogramming.com/hypnotherapi-vs-psikosomatic-dyspepsia/ [...]…

  2. … [Trackback]…

    [...] Read More here: mind-reprogramming.com/hypnotherapi-vs-psikosomatic-dyspepsia/ [...]…

  3. Kamagra says:

    … [Trackback]…

    [...] Read More: mind-reprogramming.com/hypnotherapi-vs-psikosomatic-dyspepsia/ [...]…

  4. [...] } What is Self Hypnosis?Hypnosis for anxiety. Softly spoken.TYSNW Members – June-July 2011Hypnotherapi Vs Psikosomatic DyspepsiaIs there a stop smoking hypnosis seminar in orlando ?Review: The Trilby ConnectionTYSNW Members [...]



Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!


four × 9 =

Most recent search terms: