Ego State Therapy
June 23, 2010 by stefanusks
Filed under hypnotherapy & Ego state therapy
By Antonius Arif, CHt, CI
International Certified Instructor National Guild of Hypnotist, USA
Certified Ego State therapy – Gordon Emmerson PhD
email: arif.antonius@gmail.com
Ego State Therapy adalah teknik yang sangat luar biasa berdasarkan premis personality yang terdiri dari part-part yang terpisah, dan ini disebut ego states. Atau juga dapat disebut sebagai mini personaliti.
Kita terdiri dari bermacam-macam state , Setiap perasaan kita dari kekuatan, kelemahan, emosi, logika, atau perasaan apapun. Ketika kita mengatakan, “bagian dari diri SAYA menginginkan untuk……. , “ atau membicarakan tentang saya begini dan saya begitu, kita membicarakan tentang ego state.
Tujuan dari terapi ini adalah
1) Untuk mengalokasikan ego state dimana adanya kesakitan, trauma, kemarahan, atau frustrasi dan memfasilitasi ekspresi, melepaskan, kenyamanan, dan memperdayakan.
2) Untuk memfasilitasi fungsi komunikasi diantara ego state.
3) Untuk menolong klien mengenal ego state mereka dengan tujuan untuk digunakan sebagai keuntungan untuk klien kita.
4) Mengatasi konflik dalam diri.
Perkembangan Ego state therapy
Paul Federn (1952) mengembangkan teknik ini diambil dari teori Sigmund Freud. Teori dari Paul Federn mengatakan bahwa personaliti adalah gabungan dari berbagai kelompok part yang dia sebut ego state dan ketika individu mengalaminya dan melakukannya dari salah satu dari keseleruhan part dinamakan ego identity.
Eloardo Weiss (1957) belajar Psychoanalysis dengan Paul Federn, disini Paul Federn bertukar pikiran mengenai teori personalitinya kepada weiss. Lalu John Watkins belajar kepada weiss mengenai hal ini. Dan semua dimulai dari pembelajaran psychoanalysisnya. John watkins beserta istrinya Helen akhirnya menerbitkan sebuah buku tahun 1997. Dengan judul “Ego states: Theory and therapy, maka mereka berdua patut disebut bapak dan ibu dari Ego state therapy. Lalu beliau mengajarkan kepada Gordon Emmerson dan beliau menerbitkan buku pertamanya tahun 2003
Darimana datangnya Ego state?
Ego state tercipta karena terjadinya suatu pengalaman yang berulang-ulang dari sebuah tindakan menjadikan sebagai ego state. Contoh : ada seorang anak yang merasa dikucilkan lalu dia membuat humor dan bercanda terus. Orang-orang menyukainya dan dia merasa ini berhasil maka terjadilah ego state, sebaliknya bila lingkungannya tidak menyukainya, maka ego state tersebut tidak tercipta.
Dapatkah kita membuang Ego state
Ego state tidak boleh dienyahkan tetapi boleh dibebas tugaskan. Karena ego state merupakan mini personaliti dan merupakan bagian dari physiological part dari diri kita. Dan kita juga dapat menganti tanggungjawab mereka. Sedangkan Introject dapat dienyahkan.
Ada 4 kondisi Ego state kita :
1. Normal
Berfungsi sebagai aturan positif yang membantu mempengaruhi kondisi state yang lain pada diri orang tersebut. Dengan tujuan agar semua berfungsi normal.
2. Vaded
Datang dari pengalaman yang negatif sehingga tidak dapat berfungsi sesuai yang diharapkan. State ini mungkin menganggu hidup seseorang.
3. Retro
Ego state ini tercipta sejak kita masih kecil dan dulu state ini berguna atau digunakan tetapi sekarang sudah tidak berguna lagi. Tetapi kadang masih suka muncul dan menganggu. menguntungkan seseorang.
4. Konflik
Sebuah state yang saling berkonflik dengan state yang lain dan menambah masalah dari seseorang.
Introject adalah sebuah manifestasi sosok seseorang yang mempengaruhi hidup klien. Seperti orang tua, teman, saudara dan sebagainya.
Introjects
Introject ini dapat dihilangkan dan kita “usir” keluar dari orang tersebut.
Cara berkomunikasi yang tepat pada Ego State
Bila memakai konsep dari Eric Berne dengan teori Transactional Analysis, dibagi menjadi 3 bagian yaitu ada bagian Parent, adult dan child. Begitu juga dengan teknik Ego state therapy, ini perbandingannya
| Ego State Therapy | Transactional Analysis |
| Introjects | Parent |
| Mature /Nurturing (normal) | Adult |
| Child (Retro, Vaded, konflik) | child |
Malevolent ego state
Ego state yang lain selalu mempunyai maksud yang baik, sedangkan ego state malevolent ini cenderung sifatnya merusak diri klien. Seperti kecenderungan mencelakai diri sendiri dan sebagainya. Jadi tugas Therapis ego state merubah malevolent ego state menjadi ego state normal bahkan kita buat untuk cenderung membuat sebagai protector
Cara melakukan Ego state therapy
Menariknya dengan ego state therapy, kita dapat melakukan dengan induksi tidak langsung dan tidak harus orang yang mempunyai pengetahuan hypnosis untuk melakukan ini.
- Tanya kepada klien, apa problem mereka
- Cari ego state (feeling dan sensation) dari emosi tersebut
- Lakukan bridging technique
- Release emosinya bila perlu
- Minta bantuan kepada Ego state yang mau menolong
- Damaikan setiap ego state
Foto bersama Antonius Arif Master Trainer School of Mind Reprogramming dengan Gordon Emerson :







